Tenggelam nya KM Sinar Bangun Di Bagian Tedalam Danau Toba

oleh

Situsberita.online – Berdasarkan beberapa penelitian Gunung Toba mengalami tiga kali erupsi besar. Letusan pertama terjadi sekitar 850.000 tahun yang lalu, membentuk kaldera di kawasan Porsea dan Sibaganding sebelah utara Danau Toba.

Sementara letusan ketiga adalah yang terparah terjadi sekitar 74.000 tahun lalu, Besarnya material yang di muntahkan pun menghasilkan Kaldera Toba. erupsi ini di kenal sebutan Super Volcano. Hal ini di ungkapkan oleh ahli geologi Gagarin Sembiring, Kaldera tersebut kini menjadi kuburan bangkai KM Sinar Bangun.

Posisi bangkai kapal Sinar Bangun berada di Kaldera Haranggaol yang meledak 500.000 tahun lalu, Letaknya di sebelah utara, ini wilayah terdalam Danau Toba. Hasil penelitian terakhir yang di lakukan perguruan tinggi milik Amerika Serikat, kedalaman Danau Toba di sebutkan 500-an meter lebih. Menurut dia, kecelakaan karamnya KM Sinar Bangun bukan karena faktor karakteristik Danau Toba melainkan faktor human error dan meteorologi.

Dengan kedalaman seperti itu tentu nya jasad dan bangkai kapal juga butuh waktu untuk sampai ke dasar meskipun dalam keadaan tanpa arus. Sehingga jasad korban juga butuh waktu untuk naik ke atas.

Ini bisa di jadikan pertimbangan, Kita juga belum pernah melakukan simulasi berapa kecepatan turun dan naiknya sehingga bisa memperkirakan berapa baru baru muncul di permukaan. Belum lagi kita bicara hipotesa lain, misalnya ternyata kapal awal nya berada di dasar yang miring, bukan yang terdalam lalu meluncur ke bawah. menyebabkan arus turbidit serta lumpur ke permukaan. Mungkin di bawah sudah tercampur lumpur, Ujar nya Gagarin.

Pencarian KM Sinar Bangun sudah memasuki hari ke-13 setelah dua kali perpanjangan, Hasil rekaman Remotely Operated Vehicle (ROV) di kedalaman 450 meter Danau Toba pada operasi pencarian korban yang karam di hari ke-11, posisi bangkai KM Sinar Bangun sudah di temukan sekitar tiga kilometer dari Pelabuhan Tigaras.

Dugaan ini di perkuat dengan terlihat nya beberapa sepeda motor, bagian-bagian kapal dan mayat korban. TIM SAR gabungan menggunakan ROV di bantu dua pukat harimau yang sudah di turunkan dari KMP Sumut I dan KMP Sumut II. Namun bukan hal mudah untuk mengevakuasi para korban dan mengangkat bangkai kapal, kedalaman dan medan danau menjadi kendala utama yang juga berdampak bagi para penyelamat. Masih di pikirkan cara mengangkat bangkai kapal ke permukaan. Apalagi kuat dugaan banyak jasad yang berada di dalam kapal.

Para keluarga korban menggantungkan harapan nya kepada TIM SAR Gabungan yang melakukan evakuasi. Beberapa di antara mereka tak beranjak dari hari pertama pencarian, menunggu anak dan sanak keluarga nya pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *