BESOK KEMKOMINFO DAN MUI BAHAS SOAL FATWA PUBG

oleh

Situsberita.online– kementrian komunikasi dan informatika (Kemkomifo), samuel abrijani pengerapan, akan menghadiri pertemuan yang di gelar oleh majelis ulama indonesia (MUI) besok, selasa (26/03/2019).

Pertemuan ini akan membahas soal fatwa terkait GIM Mobile PlayerUnknowan’s Battlegrounds (PUBG)

 

MUI saat ini tengah mengkaji fatwa, dan terus meminta masukan dari berbagai pihak terkait game (PUBG).

Samuel sendiri akan menjadi salah satu narasumber yang akan diminta pendapatnya mengenai hal tersebut. pertemuan ini akan di gelar di kantor MUI pukul 16.00 WIB.

“Besok saya akan membahas bersama MUI (soal fatwa PUBH) jam 4 sore. saya juga sudah komunikasi dengan MUI makanya besok saya hadir.” tutur peria yang karib di sapa semmy tersebut di kantor kemkominfo, senin (25/03/2019)

Di jelaskanya, sejauh ini sebenarnya sudah ada ketentuan soal GIM di Indonesia, termaksuk batasan umur.

 

Iya pun tidak keberatan jika ada layanan internet yang di blokir, selama ada kajian-kajian, pendukungnya.

 

Di negara lain kalau di anggap madarat, ya boleh saja di blokir. namun, harus ada kajianya, ungkapnya.

 

MUI PUTUSKAN FATWA SOAL GAME PUBH BULAN DEPAN,.

 

 

Sebelumnya, MUI mengemukakan pertimbangan untuk mengeluarkan fatwa haram terhadap game PUBG

 

Wakil sekjen mui pusat, Amir Tambunan, mengatakan finalisasi datwa PUBG akan di lakukan paling lama bulan depan.

 

“Ya tidak terlalu lama. paling lama 1 bulan. bahkan lebih cepat lebih baik supaya orang tidak bingung, tidak ada keraguan justru harus ada kepastian,” kata Amirsyah usai bertemu wakil Presidan Jusuf Kalla di kantor wakil Presiden, jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin(26/03/2019)

 

Amirsyah menyebut pihaknya masih terus meminta masukan berbagai pihak sebelum memutuskan fatwa PUBG. kajian-kajian yang masuk ke MUI akan dipertimbangkan dengan baik.

“Apakah nanti fatwanya segera akan di terbitkan, tergantung pada kajian akademik dan masukan dari berbagai pihak. Aspek kesehatan, pisikologi, dan semua pihak kita minta masukan.” ucapnya.

 

Amirsyah mengatakan, MUI mendukung GIM yang mengedukasi generasi muda. misalnya, yang berkaitan dengan ilmu Pengetahuan Alam dan Matematika.

 

“Tapi kalaw yang kekerasan, pornografi, horor. jelas merusak pikiran-pikiran dari generasi muda kita. bahkan tertanam sikap radikar teroris dalam diri mereka itu. maka harus di tolak,” kata Amirsyah.

 

“Intinya GIM yang menghabiskan waktu membuat pikiran orang yang menonton keracunan, ketergantungan, dan melalaikan tugas-tugas pelajaran, sesunguhnya lebih baik mudarat,” sambungnya.

(AS/AN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *