Pelaku Azis Prakoso Yang Telah Menghabisi Nyawa Korban

oleh
Pelaku Azis Prakoso Yang Telah Menghabisi Nyawa Korban
Pelaku Azis Prakoso Yang Telah Menghabisi Nyawa Korban

Pelaku Azis Prakoso Yang Telah Menghabisi Nyawa Korban

Situsberita.online – Eksekutor Budi Hartanto (28), mayat dalam koper yakni Azis Prakoso (23). Azis diketahui merupakan teman dan tetangga Aris Sugianto (34) yang merupakan kekasih Budi. Pelaku Azis Prakoso Yang Telah Menghabisi Nyawa Korban

Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela memaparkan Azis-lah yang melakukan penggorokan pertama kali ke leher Budi. Penggorokan ini menggunakan golok yang ada di sekitar warung kopi.

“Di situ kan di depan kamarnya ada pisau yang dibuat membersihkan ranting-ranting di situ, diambil korban (Budi). Akhirnya golok itu direbut Azis, dapet, akhirnya dibacok, dibacok tuh masih di luar (warkop) diseret sama dia ke dalam warung itu,” papar Leonard di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (15/4/2019).Pelaku sengaja membawa Budi ke dalam warung lantaran korban berteriak meminta tolong. Budi juga sempat menepis bacokan dengan tangannya.

Namun dua pelaku ini bekerja sama. Azis Prakoso yang memegang golok, sementara Aris memegangi tangan Budi yang sempat menepis bacokan. Aris juga menyumpal mulut Budi agar tak berteriak.

Sementara Leonard mengatakan Azis-lah yang melakukan eksekusi pertama dengan menggorok leher korban mayat dalam koper. Usai korban mulai lemas, giliran Aris yang melakukan penggorokan di leher Budi. Karena lehernya tergorok, korban pun kehabisan suplai oksigen ke otak. Hingga korban meninggal di warkop tersebut.“Si korban akhirnya teriak. Lalu dibawa ke dalam, Aris Sugianto dateng dan dia bantuin megangin. Teriak-teriak kan dia megangin, dibacok ke lehernya, digorok lehernya. Yang bacok si Azis itu, terus sama si Aris itu ditutup disumpel mulutnya sampek dia ndak teriak,” jelas Leonard.

“Jadi dia intinya itu terakhir karena dibacok, digorok lehernya itu. Itu sesuai dengan autopsi karena penyebab kematian itu karena kekurangan oksigen ke kepala. Itu kan hasil autopsinya sinkron karena pelaku bacok di leher itu. Ini kan tangannya banyak luka bacok karena dia nangkis. Itu dia sudah dibekap sudah ndak ada suaranya akhirnya dieksekusi,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *