Papua Banyak Berkontribusi Besar Untuk Negara Indonesia

oleh
Papua Banyak Berkontribusi Besar Untuk Negara Indonesia
Papua Banyak Berkontribusi Besar Untuk Negara Indonesia

Papua Banyak Berkontribusi Besar Untuk Negara Indonesia

Situsberita.online – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyebut Papua merupakan salah satu provinsi yang banyak memberikan kontribusi dalam pembangunan di Indonesia salah satunya adalah dengan pemanfaatan sumber daya alam oleh pemerintah. Namun, perlakuan diskriminatif terhadap Papua justru masih sering terjadi hingga kini.

Koordinator Desk Politik Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Khalisa Khalid, mengatakan hampir seluruh sumber daya alam di Papua dimanfaatkan oleh pemerintah.

“Kalau kita mengingat Papua, apa yang tidak negara minta dari Papua, tanahnya, airnya, sumber dayanya, semuanya diminta negara dari Papua,” ujarnya di Kantor KontraS, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).

Kemudian, kata Khalisa, negara justru melupakan apa yang telah diberikan oleh Papua. Perlindungan kemanusiaan kepada masyarakat Papua seolah dilupakan oleh pemerintah.Alisa mencontohkan pembahasan soal Freeport di Papua oleh elite politik hanya berhenti pada divestasi. Namun, tidak pernah para elite menyinggung soal perampasan tanah milik masyarakat adat. Ditambah juga dengan perambahan hutan sawit yang menyasar pada lahan sagu milik masyarakat adat Papua.

“Tapi fakta yang lain tidak pernah menjadi pembahasan elite politik bagaimana dengan nasib masyarakat adat yang tanahnya sudah dirampas, dicemari, yang berpuluh tahun pelanggaran HAM di sana tidak pernah tersentuh,” tuturnya.

Khalisa menilai yang terjadi di Papua seolah seperti praktik penjajahan.

“Apa yang negara berikan pada Papua? Yang terjadi malah dibalas dengan bedil, militer, buldoser, korporat, praktik kekerasan, perampasan tanah, dan negara terus melakukan penghancuran hutan dan lingkungan,” ucapnya.Sekjen AMAN, Rukka Simbolingi, menyebut perbandingan masyarakat Papua justru lebih sedikit ketimbang pendatang. Kini jumlah masyarakat Papua hanya 40 persen dibanding pendatang.

Dalam hal ketenagakerjaan, kata Rukka, masyarakat Papua pun dianggap tidak memiliki intelektualitas. Bahkan stigma rasis masih melekat pada mereka.

“Apa yang terjadi bagi Papua sekarang? Jumlah perbandingan statistik dan ini hasil statistik dari pemerintah, jumlah masyarakat asli Papua saat ini 40 persen dibanding 60 persen pendatang,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *