Kerusuhan Yang Terjadi di Penajam Paser Utara Dan Sejumlah Fasilitas Rusak

oleh
Kerusuhan Yang Terjadi di Penajam Paser Utara Dan Sejumlah Fasilitas Rusak
Kerusuhan Yang Terjadi di Penajam Paser Utara Dan Sejumlah Fasilitas Rusak

Kerusuhan Yang Terjadi di Penajam Paser Utara Dan Sejumlah Fasilitas Rusak

Situsberita.online – Kerusuhan terjadi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kerusuhan diduga dipicu ketidakpuasan keluarga korban dalam penanganan kasus dugaan penganiayaan.

Sejumlah massa mendatangi Pelabuhan Penajam, dan merusak fasilitas pelabuhan, termasuk membakar loket penjualan tiket.

Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, mengatakan saat ini kondisi di Pelabuhan sudah kembali normal.

“Situasi sudah kondusif. Pemadam kebakaran juga sudah masuk ke Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata Ade Yaya ketika dihubungi, Pada Rabu (16/10).Bahkan Ade juga mengungkapan kejadian bermula ketika Polres Penajam Paser Utara menyelidiki kasus pidana penganiayaan. “Di kasus itu kami menangkap tiga orang, sebenarnya sudah ditangani.

Tiga orang tersangka penganiayaan itu, kemudian dipindahkan oleh polisi ke Polres Balikpapan demi alasan keamanan. Polisi juga telah berdialog dengan keluarga dan tokoh masyarakat pada Selasa (15/11) untuk membicarakan soal ketidakpuasan keluarga korban.

Menurut Ade, massa dari pihak korban kemudian mendatangi pelabuhan dan mencari keluarga pelaku. “Sekitar pukul 12.00 Wita, massa sudah berkumpul dan kemudian, merusak pelabuhan,” katanya.

Ade mengatakan polisi juga telah berdialog dengan massa setempat. Kami meminta agar tidak melakukan upaya-upaya yang melanggar hukum, ujar Ade.Kerusuhan pecah sekitar pukul 13.00 Wita. Ratusan massa membawa senjata tajam mendatangi pelabuhan dan merusak pos loket tiket kapal klotk. Massa juga sempat menghentikan aktivitas transportasi penyeberangan.

Polisi dan TNI masih bersiaga di lokasi untuk mengamankan pelabuhan dan mengantisipasi aksi susulan.

“Ada dua SSK brimob, Sabhara, Polair, dan juga TNI. Tapi kami berharap yang terpenting masyarakat tidak terpancing,” kata Ade.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *